Teks Pidato; Shalat Mencegah Kemungkaran dan Untuk Meraih Ketenangan

Ditulis Oleh
Tgk. Mukhlisuddin, SHI, MA

Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Bandar Dua Kab. Pidie jaya
لسلام عليكم ورحمةالله وبركاته
الحمدلله ربالعالمين وصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين. اما بعد........

Hadirin / Hadirat yang mulia.
            Salah satu dari rukun islam adalah mengerjakan shalat secara konsekwen. Artinya, tak ada shalat  fardhu yang ditinggalkan tanpa alasan yang membolehkannya, selalu menjaga waktu-waktu mengerjakannya yang afdal, yakni pada awal waktunya; dan tak pernah melalaikannya, baik waktu maupun kaifiah dan kondisinya,aplagi mengingkari bahwa shalat itu bukan perintah yang tegas dari Allah SWT dan Rasl-Nya Muhammad SAW. Inilah kondisi  shalat yang telah  tertanam dalam jiwa yang mulia, jiwa yang telah disirami oleh siar dan cahaya aqidah yang kuat dan mendalam.

            Namun, tak ada individupun yang mampu memberikan penilaian secara exact bahwa shalatnya itu sudah cukup baik, beriring dengan keimanan yang cukup tangguh, karena hakikatnya itu,hanyalah pada Allah yang maha kuasa semata –mata.U kuran baik-buruknya shalat seseaorang itu tidak hanya dilihat dari segi disiplin atau tidaknya ia mengerjakannya, namun lebih jauh lagi, yakni apakah ia mengerjakan dengan penuh ikhlasan atau bukan, kerena tidak sedikit orang mengerjakan shalat yang motivasinya adlah untuk mendukung keberhasilannya di dunia skuler ini. Hanya sebahagian kecil saja adanya rasa ketundukan kepada Allah SWT.
            Oleh karena itu setiap orang dipandang perlu mengintrospeksikan dirinya sendiri setiap saat. Seiring dengan itu sekaligus mengevaluasikan nilai-nilai shalatnya itu. Dalam arti kata pernahkah shalat yang dikerjakannya dapat mencegah kemungkaran, atau tidak, karena Allah SWT mengtakan dengan tegah bahwa shalat itu dapat mencegah kemungkaran, sebagaimana firmannya dalam surat Al-‘ankabut ayat 45 yang akan dibacakan berikut ini:

ã@ø?$# !$tB zÓÇrré& y7øs9Î) šÆÏB É=»tGÅ3ø9$# ÉOÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# ( žcÎ) no4qn=¢Á9$# 4sS÷Zs? ÇÆtã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍s3ZßJø9$#ur 3 ãø.Ï%s!ur «!$# çŽt9ò2r& 3 ª!$#ur ÞOn=÷ètƒ $tB tbqãèoYóÁs? ÇÍÎÈ  
Artinya:  bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Al-Ankabut :45 )

            Sekali lagi kita mengatakan, adakah seseorang dengan shalatnya itu telah dapat meninggalkan kejahatan dan kemungkaran ? Nasih ia bergelimang maksiat ? Masihkah tergoda ia oleh marijuana, ectasi dsn berbagai minuman keras ? Bila tidak ada lagi kejahatan, maka shalatnya itu sudah dapat dipandang bagus dad mendapat pahala yang banyak disisi Allah SWT. Tapi jika seseorang masih terlibat berbagai kejahatan dan kemungkaran, maka, banyak rasa iri dan dengki kepada orang lain, masih duduk mencaci dan mencela orang lain, atau masih banyak penipuan dn pelanggaran yang ia lakukan, maka shalat nyaris tak punya nilai pahala di sisi Allah SWT.Shalatnya tak pernah membawa mamfaat bagi dirinya sendiri, apalagi bagi orang lain. Orang semacam ini justru telah menimpa dirinya sendiri, disengaja atau tidak disengaja.

Hadirin dan Hadirat yang berbahagia
.              Dewasa ini banyak orang mengerjakan shalat, tapi jiwanya tak pernah aman. Hatinya kacau balau, mungkin karena faktor-faktor keinginan dan ambius, mungkin karena faktor-faktor keterlaluan dan bersikap ekxtreim dalam segala aspek kehidupannya,mungkin pula karena faktor-faktor kecemburuan dan iri hati. Semua itu adalah karena tidak menghayati makna pada shalat yang dikerjakan itu. Mungkin mengerjakan shalat itu bukan karena Allah semata-mata, tetapi karena adanya interest duniawi yang skuler ini, sangat besar pula kemungkinan interest-interest duniawi itu bisa dicapainya, tetapi jauh dari ridha Allah SWT dan Rasul-Nya SAW.
              
               Rasullah SAW, telah bersabda:
عَنْ اَمِرُاْلمُؤْمِنِيْنَ عُمَرُبْنُ الخَطَابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَََالَ سَمِعْتُ رَسُلُ اللهِ صَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ يَقُوْلُ اِنَّمَااْللاَعْمَلُ بِالنِّيَاةِ وَاِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوَى......اِلَخْ
Artinya : Hadis dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA Beliau berkata aku mendengar Rasulullah SAW sedang bersabda : Hanya sanya segala pekerjaan ( aktifitas ) itu sangat tergantung kepada niat, dan hanya sanya bagi setiap orang hasilnya adalah sesuai dengan yaang diniatkannya …………dst ( Diriwayatkan oleh Al-Bukhari )

Hadrin / hadirat yang mulia
               Sesuai dengan Hadis Rasulullah SAW tersebut dapat dimengerti bahwa seseorang yang salatnya itu untuk mendapat ridha Allah dan Rasul, pasti shalatnya itu diterima oleh Allah SWT , dan akan mendapat pahala kelak nanti dihari akhirat. Dan kekuatan pahala ini pula yang justru membawa seseorang kedalam syurga .
               Disamping itu kita juga dapat melihat adakah ketenangan jiwa diperoleh seseorang dan bagaimana cara memperolehnya. Banyak orng menyangka kalau banyak harta orang pasti bahagia, atau mendapat kedudukan yang tinggi pasti oarang akan mendapat kebahagiaan dalam hidupnya. Lebih ironis lagi banyak orang ketika mengalami frustasi atau kegagalan yang membuat hati kacau, lari kemariyuana, morphin, extasi dsb , ingin mendapatkan ketenangan jiwa. Benar adanya, tapi hanyalah kepalsuan belaka, karena setelah reaksi obat-obat terlarang itu habis orang kembali lagi kekondisi semula. Rasa frustasi nya lebih menjadi-jadi kembali. Kegagalan di atas kegagalan. Orang semakin bertambah edan nampaknya .

Hadirin/ hadirat yang mulia
               Kalaulah semua orang tau, atau semua orang mau tau, maka tak ada obat anti frustasi, tak terapi yang akurat untuk semua ketenagn jiwa, selain hanyalah menyebut dan mengingat AllahSWT . Sehubungan dengan ini Allah SWT , Berfirma dalam surat Ar-ra’d ayat 27 dan 28 yang akan dibacakan berikut ini :
3 ö žcÎ) ©!$# @ÅÒム`tB âä!$t±o üÏökuur Ïmøs9Î) ô`tB z>$tRr& ÇËÐÈ     
Artinya :"Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya", ( Ar-Ra’d ayat 27 )

tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% ̍ø.ÉÎ/ «!$# 3 Ÿwr& ̍ò2ÉÎ/ «!$# ûÈõyJôÜs? Ü>qè=à)ø9$# ÇËÑÈ  
Artinya :  (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. ( ar-Ra’d ayat 28 )

Hadirin / Hadirat yang mulia
            Tak ada seorang pun manusia, baik kaya, miskin, hina, mulia dimuka bumi yang lebih sukses dalam hidupnya selain dari pada Nabi besar Muhammad Saw. Bila juga ada hanyalah Nai-Nabi dan Rasul-Rasul sebelum beliau. Namun Nabi Muhammad SAW  hidup dalam keadaan miskin karena beliau sendari berdoa kepada Allah agar diberikan kepada beliau hidup dalam keadaan mikin. Beliau tidak pernah menginginkan kekayaan dan harta yang banyak, walaupun kesempatan untuk itu cukup besar bagi beliau. Tapi bukanlah berarti beliau hidup dalam kondisi logis, bahkan beliau tidak pernah berdoa demikian.
            Nabi Muahammad SAW dapat mengecap kehidupan bhgi di dunia ini, Apalagi di Akhirat kelak nanti . Beliau memiliki kesehatan yang prima, Beliau dapat hidup teratur, Walaupun sederhana bersama keluarganya. Beliau sangat dicintai oleh paara sahabat beliau, Beliau juga sangat disegani oleeh kawan dan sangat ditakuti oleh musuh. Semua  itu adalah karena Beliau sangat dekat dengan Allah SWT, Beliau selalu mengerjakan shalat dengan teratur, dan Beliau selalu mengingat Allah SWT. Oleh karena wajib bagi kita mencontohi Beliau, dengan mengerjakn shalat agar tercegah kemungkaran dan mengingt Allah agar hati menjadi tentram
Dari syarahan yang telah disampaikan dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Shalat yang baik dapat mencegah kemungkaran
  2. Bila shalat dikerjakan, kemungkaran berjalan terus, berarti shalatnya itu belum baik
  3. Menyabut nama Allah dalam kondisi bagai mana pun dapat menenangkan jiwa
  4. Jangan tinggalkan Shalat, selalu mengingat Allah dan jangan sekali-kali terkecoh oleh berbagai macam kepalsuan dimuka bumi ini

WABILLAHI TAUFIK WAL HUDAYAH

ولسلام عليكم ورحمةالله وبركاته









Previous
Next Post »