Teks Pidato; Remaja dan Globalisasi

Ditulis Oleh
Tgk. Mukhlisuddin, SHI, MA

Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Bandar Dua Kab. Pidie jaya
اسلام عليكم ورحمةالله وبركاته
الحمدلله ربالعالمين وصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين. اما بعد.........

            Marilah kepujian dan kesyukuran kita sanjung sajikan kehadirat Allah SWT, Tuhan sang pencipta alam ini, yang telah memberikan kehidupan masa muda mudi-mudi kepada kita semua. Karena tiadalah indah hidup dan kehidupan ini selain masa muda yang sedang kita jalani didayah tercinta ini, menjalin keakraban, merajut keindahan pribadi, dalam dinamika yang silih berganti dalam meniti hari demi hari di taman syurgawi ini.
            Kemudian Kerahmatan dan Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada seorang pemuda padang pasir yang begitu indah kepribadiannya. Ia menjadi sosok manusia yang jujur di tengah maraknya kedustaan dan kepalsuan. Ia tampil menjadi tipikal manusia yang adil di tengah maraknya kezaliman. Ialah uswatun hasanah, contoh tauladan bigi kita remaja-remaja islam yang mendambakan kebahagiaan dalam hidup kita yang hanya sekali ini.
            Yang kami hormati Waled, Ummi dan Kelurga Besar Dayah yang kita cintai ini, Serta Guru yang masih menjadi kelurga Besar dayah yang mulia ini. Baiklah pda pertemuan kali ini saya akan menyampaikan suatu syarahan sederhana yang berjudul REMAJA DAN GLOBALISASI

Para hidirin yang dirahmati Allah
Adalah merupakan sebuah kebenaran bahwa saat ini detik ini kita hidup dalam dimensi zaman erayang penuh warna-warni. Keanggihan teknologi adalah bahasa yang sering terucap dan terdengar dalam komunikasi kita sehari-hari. Mulai dari kecanggihan komputer, internet bahkan sampai kepada bisnis Ahad-Net. Mulai darikecanggihan Hand phoneNokia sampai kepada sinetron ABG, ada apa dengan cinta. Semua adalah warna-warni dinamika era yang terus bergulir. Suatu zaman yang membuat hidup manusia serba praktis dan ekonomis. Suatu zaman yang tidak terdapat batas ruang dan waktu antara belahan dunia yang satu dengan belahan dunia yang lainya. Suatu zaman yang sangat jauh berbeda dengan zaman kita dahulu yang mungkin masih kolot dan ortodok.
            Tetapi yang namanya suatu perubahan apapun itu bentuknya pasti akan membawa dampak yang negatif disamping dampak yang positif. Perubahan zaman yang begitu maju telah membaw perubahan hidup dan perilaku dalam masyarakat yang hidup di zaman ini. Banyak sekali pergeseran-pergeseran nilai dalam masyarakat kita sekarang ini. Kita begutu kenal dengnan istilah korupsi kolusi dan nepotisme. Kita juga begitu dikejutkan dengan kasus brunaigate, buloggate dan yang paling sensasional hariatigate. Ini menunjukkan bahwa manusia yang hudup di zaman ini telh terkena penyakit hudbud dunya, sebuah penyakit kejiwaan yang melahirkan penyakit kejiwaan lainnya. Coba baca koran-koran dan majalah-majalah terbitan saat ini. Ada kakek yang memprkosa anak di bawah umur, da pelajar SMP yang memperkosa anak tetangga sebalah rumahnya,dan yang lebih gila lagi ada orang tua memperkosa anakkandungnya sendiri. Coba pikir apakah waras manusia seperti ini ?. Menurut hemat saya kita telah juh kaluar dari jalur, kita telah merobek-robek setting sosialistikyang dulunya dikenal keistimeaannya di Aceh, konon katanya budaya Aceh berlandaskan azas islam, tapi sekarang manaaaaa?
            Dan yang paling ironis dan sangat menyedihkan adalah perubahan zaman ini tidak hanya berdampak kepada orang tua saja tetapi anak muda-mudi islam turut menjadi korban utamanya. Ia lupa kepada jati dirinya sebagai penerus islam ini. Ia lebih suka membuka aurat dari pada harus berbusana yang menutup aurat. Dan yang labih gilanya lagi ia lebih suka kumpul kebo dari pada harus menikah, jauh dari norma agama dan adayang punya anak zina. Nauzubillah !!!!
            Diwaktu lain berbeda lagi modelnya, kalau orang lain sibuk membaca Al-Quran ia sibuk membaca koran. Disaat orang cinta membuat saleh, ia sibuk dengan berbuat salah, disaat orang sibuk berpuasa ia sibuk dengan narkoba sebagai pembukanya. Pokoknya remaja sekarang sangat memprihaitinkan hidup dan kehidupannya.

Para Hadirin Yang Saya Muliakan
            Cepat atau lambat strategi musuh kita yang begitu jitu akan merambah kita semua . Kalau kita tidak mau berjihad maka kita akan menjadi orang jahat. We don’t have any chouse. Ayo…! Persiapkan diri kita digarda terdepan, kita selaku santri yang dikenal sebagai kaum intelektual dan memiliki power, ambillah posisi penting sebagai homo front ( tonggak pengokoh ) yang mampu memfilterisasi pengaruh-pengaruh luar yang dapat mengacaukan sosiokultural local kita. Oleh karena itu marilah kita semua untuk:
1.      Meningkatkan iman kita kepada Tuhan. Dengan iman kita akan seperti ikan yang hidup di lautan yang biarpun airnya asin tapi toh ikannya tidak ikut asin. Silahkan zaman berobah ! tetapi akidah masih tetap di hati, silahkan zaman menjadi melenium! Aslkan Al-Quran dan sunnah masih menjadi penuntun.
2.      Memotifasi diri untuk meenurut ilmu agama sebanyak-banyaknya agar jelas kepada kita rambu-rambu Ilahi yang harus kita taati.
3.      Mengamalkan sedikit demi sedikit ilmu yang kita miliki sehingga menjadi pribadi yang indh tiada terperi. Menjadi suri tauladan bagi remaja islam lainnya di tengah arus globalisasi yang sedang menggila ini.

Para hadirin yang saya muliakan
Hanya ini saja ceramah singkat saya, semoga kita tidak berobah dengan berobahnya zaman tetapi kita juga tidak boleh ketinggalan zaman. Semoga kita  tidak terbawa arus zaman kitalah yang harus menciptakan arus zaman. Mari kita singsingkan lengan baju menghadapi tantangan zaman. Janganlah kita takut kepada kekalahan karena hidup ini bagai siang dan malam, tidak selamanya siang dan tidak selamanya malam, kesenangan, kesedihan, kepujian, kecelaan, kesehatan, kesakitan,kemenangan, kekalahan tetap harus kita nikmati sebagai mana kita nikmati siang dan malam. Mohon maaf atas segala kekurangan, sampai jumpa dilain kesempatan. Akhirul kalam wabillahitaufiq walhidayah.
              
اسلام عليكم ورحمةالله وبركاته






 




Previous
Next Post »