Teks Pidato; Pemuda & Masa Depan Islam


Ditulis Oleh

Tgk. Mukhlisuddin, SHI, MA

Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Bandar Dua Kab. Pidie jaya
اسلام عليكم ورحمةالله وبركاته
الحمدلله ربالعالمين وصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين. اما بعد.........
Hadirin yang berbahagia.
            Pemuda harapan bangsa. Adalah motto yang senantiasa terucap dibibir orang yang bijaksana , ucapan itu konon bukan suatu yang hampa dan tidak bermakna,karena ia merupakan manipestasi yang muncul dilubuk hati  seseorang yang sangat optimis dan sangat antusias untuk mendidik kader bangsa menuju penyerahan konpeetensi estapek kelak di masa depan.
            Disamping pemuda sebagai harapan bangsa, tidak kalah pula maknanya,pemuda harapan bangsa yang mengandung pengertian ganda sebagai pembela agama , sekaligus sebagai pembela bangsa, karena dalam suatu negara yang didukung oleh masyarakat sekaligus, hampir tak dapat dipisahkan kehidupan mareka dari agama bangsa dan negaranya. Dan masyarakat sekaligus itulah yang justru merupakan penentu dalam menempatkan tatanan berbangsa dan bernegara.
 Hadirin yang mulia.

            Bila kita sejenak menoleh kemasa –masa silam, banyak pemuda sekaligus yang berjuang untuk kepentingan agama, bangsa dan negaranya. Sebagai contoh ketika raja namrud dan karenanya menghadapi Nabi Ibrahim, ia menjadi sangat marah, sebagai dinyatakan Allah dalam FirmanNya, yang akan dibacakan berikut ini
(#qä9$s% `tB Ÿ@yèsù #x»yd !$oYÏGygÏ9$t«Î/ ¼çm¯RÎ) z`ÏJs9 šúüÏJÎ=»©à9$# ÇÎÒÈ  
Artinya : Mereka Berkata: "Siapakah Yang Melakukan Perbuatan Ini Terhadap Tuhan-Tuhan Kami, Sesungguhnya Dia Termasuk Orang-Orang Yang Zalim." ( Al- Ambiya : 59 )

            Nabi Ibrahim adalah seorang pemuda yang gagah berani. Beliau dengan penuh kejantanan telah menghancurkan berhala-berhala kaum Namrud pada saat itu. Keberanian dan gagahan Ibrahim itu bukan hanya mendambakan tubuh fisik yang kekar, akan tetapi beliau memilki otak yang brilian dan pikiran yang cemerlang. Meskipun beliau yang telah merubuhkan patung berhala mereka, namun beliau sempat mengajukan argumentasi lain yang telah memukul roboh pula tuduhan mareka terhadap beliau. Ketika beliau menyatakan bahwa patung yang besar itulah yang telah menghancurkan berhala-berhala lainnya, lalu beliau menyuruh tanyakan kepada patung besar tersebut. Sehingga membut mareka menderita kekalahan telak. Hal ini dinyatakan Allah SWT dalam firmanNYA yang akan dibacakan berikut ini
§NèO (#qÝ¡Å3çR 4n?tã óOÎgÅrâäâ ôs)s9 |MôJÎ=tã $tB ÏäIwàs¯»yd šcqà)ÏÜZtƒ ÇÏÎÈ    
Artinya : kemudian kepala mereka Jadi tertunduk (lalu berkata): "Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara." ( Al- Ambiya 65 )

            Ibrahim adalah seorang pemuda, seorang Nabi dan Rasulullah. Konon digelar pula oleh Allah SWT dengan “ Khalilullah” yang besar teman atau Allah SWT. Beliau adalah panutan bagi semua orang berkat uswatun hasanah yang beliau wariskan.

Hadirin yang berbahagia
            Nabi Daud berawal dari seorang bayi, lalu menjadi seorang pemuda yang gagah perkasa. Sebagian dari kisah Beliau disebutkan di dalam Firman Allah SWT, Surat Al- Baqarah Ayat 251 yang akan dibacakan berikut ini:
NèdqãBtygsù ÂcøŒÎ*Î/ «!$# Ÿ@tFs%ur ߊ¼ãr#yŠ šVqä9%y` çm9s?#uäur ª!$# šù=ßJø9$# spyJò6Ïtø:$#ur ¼çmyJ¯=tãur $£JÏB âä!$t±o 3 Ÿwöqs9ur ßìøùyŠ «!$# }¨$¨Y9$# OßgŸÒ÷èt/ <Ù÷èt7Î/ ÏNy|¡xÿ©9 ÙßöF{$# £`Å6»s9ur ©!$# rèŒ @@ôÒsù n?tã šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÎÊÈ  
 Artinya : mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

            Tidak jauh berbeda antara Nabi Ibrahim dan Nabi Daud, kekasih Allah itu telah menggunakan fisik dan mentalnya untuk membela kebenaran hakiki yang datang dari Allah SWT. Justru kepada kedua hamba Allah yang sangat muli itu telah dikaruniakan pemantapan dan kekuatan yang luar biasa. Namun karena aqidah mareka yang amat tangguh pula, justru kemampuan dan kekuatan itu tumbuh permanent dan hidup subur pada diri mareka.

Hadirin yang berbahagia
            Bisa kita bayangkan secara realitis sekarang ini masih adakah pemuda yang getol mengambil “uswatun hasanah” dari Ibrahim atau Daud lalu yang sangat dikhawatirkan dewsa ini telah begitu banyak pemuda yang enggan menerima contoh teladan pada diri nabi mareka sendiri, Muhammad SAW. Pemuda sekarang lebih tertarik dengan interestintres sukuralisme secara individual dengan mengeyampingkan kepentingan-kepentingan agama mareka. Kempelensi yang dimiliki hanya untuk kapentingan sekuler-sekuler yang elit. Begitu otoritasnya; bahkan ilmu pengetahuan yang dimiliki hanya mampu di mamfaatkan dalam skala minim untuk kepentingan agama, dan selebihnya dimamfaatkan sebagai media untuk mendapatkan kehidupan yang mewah.

Hadirin yang mulia.
            Untuk menyerahkan tongkat estapek kepada pemuda dibutuhkan selektiritas yang tinggi; yakni kepada pemuda-pemuda yang tangguh , yang mampu mencontoh teladani kehidupan hamba Allah yang mendapat ridhaNya, baik nabi-nabi dan rasul-rasul ataupara sahabat Rasullah SAW. Yang dengan sepenuh hati telah mengikuti jejak kehidupan beliau.
            Sekarang ini. Nabidan Rasul tidak akan hadir lagi , begitu pula para sahabat Rasullah SAW. Oleh karena itu yang menjadi harapan senua adalah pemuda-pemuda yang tangguh, sekaligus dan konsekwen terhadap agama mereka . Merekalah yang akan mengundang predikat  “Ulama” dan merekalah yang berhak mewarisi para sahabat, bahkan mewarisi Nabi, sebagai mana sabda Rasullah SAW.

Hadhirin Yang Mulia
                                                                                                        
            Kecemerlangan yang telah dicapai para orang tua hanya dapat dijadikan suatu Nostalgia belaka. Namun bila pemuda sekarang ini tidak mempersiapkan diri mereka sebagai pewaris agama masa depan bukan tidak mungkin kebesaran yang lalu itu akan dapat membuat kita menjadi lebih kerdil lagi. Oleh karena itu bangkitlah wahai pemuda, karena pada diri andalah letak maju atau mundurnya agamayang suci ini. Dengan anda pula buruk dan baiknya agama islam pada hari mendatang .
            Pepatah Arab mengatakan;
ليس الفتى من قال كان ابى- ولكن الفتى من قال هئناذا
(Bukanlah pemuda yang hanya membanggakan kebesaran monyong mereka. Tapi yang dikatakan pemuda adalah yang berani mengatakan, inilah  Aku.)
            Dari syarahan yang telah disampaikan dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Pemuda sekarang harus bangkit menjunjung tinggi agama islam ini dengan mengambil uswatun hasanah dari para Nabi, Rasul, Sahabat Rasullah SAW, atau sesupuh-sesupuh agama yang telah silam.
  2. Kehidupan agama bisa dipercayakan kepada pemuda yang tangguh, berilmu pengetahuan, sekaligus dan tanggung jawab.
Wabillahi taufiq walhidayah
وسلام عليكم ورحمةالله وبركاته



Previous
Next Post »