Teks Pidato; Instrospeksi Dari Musibah Tsunami

Ditulis Oleh
Tgk. Mukhlisuddin, SHI, MA

Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Bandar Dua Kab. Pidie jaya
اسلام عليكم ورحمةالله وبركاته
الحمدلله ربالعالمين وصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين. اما بعد.........

Hadirin kaum muslimin yang berbahagia……
            Tsunami di Aceh merupakan suatu musibah yang sangat tragis dan belum pernah dialami orang sebelumnya. Tsunami telah menghancurkan ribuan bangunan permanen atau bangunan darurat. Tsunami telah merenggut ratusan ribu nyawa manusia di negri tercinta ini. Tsunami telah membuat ratusan ribu orang lainnya menderita dan frustasi, karena tekanan jiwa, baik karena telah mengalami bagaimana mala petaka dahsyat itu telah menghancurkan segala yang menjadi milik manusia, nyawa, harta benda, anggota keluarga dan sebagainya. Tsunami telah benar-benar menghancurkan sejumlah besar dari penduduk negri tercinta ini.
            Semua orang bertanya dalam hatinya : “ Mengapa malapetaka dahsyat, seperti Tsunami itu harus datang? ’’ Namun tak ada seorangun yang yang mampu menjawabnya. Ummat islam atau orang-orang yang memilikikeimanan yang kuat, yakin kalau Tsunami itu adalah ujian yang diturunkan Allah terhadap hambaNYA.siapa yang imannya kuat tentu akan mampu bersabar atas cobaan Allah itu. Sebaliknya siapayang imannya rapuh, pasti akan mengalami frustasi atau tekanan jiwa.
            Sehubungan dengan itu marilah kita dengarkan Firman Allah SWT, dalam Surat Al-baqarah ayat 155 yang akan dibacakan berikut ini :
Nä3¯Ruqè=ö7oYs9ur &äóÓy´Î/ z`ÏiB Å$öqsƒø:$# Æíqàfø9$#ur <Èø)tRur z`ÏiB ÉAºuqøBF{$# ħàÿRF{$#ur ÏNºtyJ¨W9$#ur 3 ̍Ïe±o0ur š  úïÎŽÉ9»¢Á9$#      
Artinya : dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. ( Al-Baqarah :155 )

            Tsunami secara realitis telah menyebabkan semua orang menjadi ketakutan. Tsunami juga telah menyebabkan kekurangan jiwa manusia, karena ratusan ribu jiwa manusia telah melayang. Tsunami juga telah menyebabkan musnahnya sejumlah besar dari harta kekayaan manusia. Begitu pula buah-buahan dan makanan lainya, yang menyebabkan kelaparan, bahkan air bersihpunsukar pula didapat  di wilayah-wilayah yang dilanda malapetaka itu.
            Sungguh dahsyat sekali, ketika orang-orang hanya mampu memikirkan nasib dirinya sendiri, lalu membiarkan nyawa anak dan istrinya direnggut musibah besar itu. Barang kali musibah besar itu bagaikan ilustrasi kiamat, walaupun dalam bentuk mini, ketika di hati orang-orang yang telah diamuk kepanikan itu hanya berkata : Nafsi, Nafsi, dalam arti masing-masing berjuang sendiri, sendiri untuk menyelamatkan diri.
            Bagi orng yang beriman peristiwa dahsyat itu justru dinyakini sepenuhnya adalah cobaan Allah Yang Maha Perkasa, sehingga kalau ia masih hidup keimanannya semakin  bertambah jua dan ketakwaannya semakin bertambah meningkat, karena benar-benar bahwa kehendak Allah itu tak ada yang mampu menghalanginya. Namun orang-orang yang tidak beriman, atau imannya rapuh musibah itu dipandangnya sebagai mala petaka yang datang tanpa diundang, sehingga menyebabkan bertambah –tambah ingkarnya kepada sang yang maha pencipta Allah SWT.
            Tak ada seorangpun yang senang karena terkena musibah itu, namun dia telah datang dan telah memusnahkan segala-galanya, atas kehendak yang maha kuasa, karena adanya beberapa faktor sebagai penyebabnya, sebagaimana maksud Firman Allah SWT dalam Surat Al-Isra’ ayat 16 yang akan dibacakan berikut ini :
!#sŒÎ)ur !$tR÷Šur& br& y7Î=ökX ºptƒös% $tRötBr& $pkŽÏùuŽøIãB (#qà)|¡xÿsù $pkŽÏù ¨,yÛsù $pköŽn=tæ ãAöqs)ø9$# $yg»tRö¨Bysù #ZŽÏBôs? ÇÊÏÈ       
Artinya : dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. ( Al-Isra’ : 16 )

            Memahami maksud ayat yang dibacakan tadi Allah SWT tidak membinasakan suatu negri, melainkan dengan ada sebab-sebabnya. Sementara itu yang merupakn sebabnya menurut ayat tadi, adalah kehidupan orang-orang kaya yang sudah sangat extrim dan setiap saat melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Allah, baik dalam bentuk melakukan berbagai macam larangan, maupun meninggalkan berbagai macam perintahNya. Mareka semua telah sangat tergiur dan tertipu oleh oleh kehidupan duniawi yang sangat relatif dan sangat permanen ini. Mareka inilah sesungguhnya yang paling dominan dalam mengundang malapetaka dahsyat itu.
            Namun di samping itu, tidak terlepas pula seluruh lapisan penduduk negri tersebut. Hal ini dijelaskan Allah SWT, Dengan FirmanNya dalam Surat Al-Qasas Ayat 59 yang akan dibacakan berikut ini :
$tBur tb%x. y7/u y7Î=ôgãB 3tà)ø9$# 4Ó®Lym y]yèö7tƒ þÎû $ygÏiBé& Zwqßu (#qè=÷Gtƒ öNÎgøŠn=tæ $uZÏF»tƒ#uä 4 $tBur $¨Zà2 Å5Î=ôgãB #tà)ø9$# žwÎ) $ygè=÷dr&ur šcqßJÎ=»sß ÇÎÒÈ     
Artinya :  dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam Keadaan melakukan kezaliman. ( Al-Qashas :59 )
           
Hadirin kaum muslimin yang mulia
            Patut diinstrospeksi apakah bentuk kezaliman yang telah muncul di negri serambi Mekkah ini, sehingga Allah SWT telah mendatangkan musibah Tsunami yang dasyat itu. Apa sajakah kezaliman yang telah diperbuat oleh orang-orang seperti elit di negeri ini, dan apa saja pula kezaliman yang telah membudaya pada diri seluruh manusia yang ada di negeri semulia ini. Kalau semua bentuk kezaliman itu di tepis, dan dinyatakan tidak pernah ada, tentu Allah SWT tidak akan mendatangkan musibah sedasyat itu ke negeri berpredikat ‘Serambi Mekkah ini’, yang mungkin masih dipandang kondisinya sesuci negeri Mekkah Al-Mukkarramah, sebagai pusat dan jantungnya Islam itu
Dari Syarahan yang sudah kami paparkan dapat kita simpulkan beberapa kesimpulan penting, yaitu:
1.         Tsunami telah diakui semua orang sebagai malapetaka dasyat, telah memusnahkan harta dan jiwa manusiang
2.         Kedatangan musibah itu harus sanggub diterima dengan penuh kesabaran karena ia adalah cobaan peringatan bagi umat manusia
3.         Seharusnya pasca Tsunami semua orang lebih takut kepada Allah SWT, tidak ada lagi kedurhakaan dan kezaliman

AKHIRUL KALAM WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH
ولسلام عليكم ورحمةالله وبركاته




Previous
Next Post »